AeRohawK

Flying away…


1 Comment

My eLife is my Second Life..

This article based on my true story.

22 Februari 2012 merupakan hari yang baru dalam hidupku. Di hari itu, aku pertama mengenal sebuah kehidupan baru yang menjadi hidup bayanganku hingga saat ini. Game tersebut adalah erepublik. Ketika pertama kali aku melangkah di eHidupku yang fana ini, aku cukup bingung, tidak ada kawan apalagi lawan, dan tidak ada tujuan eHidup yang jelas. Saat itu, aku diminta oleh admin untuk memilih salah satu Military Unit (unit militer, semacam kelompok gitu lah,,) sebagai tempatku bernaung.

Masih segar dalam ingatanku, ada 4 MU yang ditawarkan untuk aku masuki, yaitu CobrAOI, UnitONE, BG Ulet, dan Red Dragon. Kebingungan pun melanda kalbuku, dengan dasar coba-coba aku pun mendaftar ke UnitONE yang untuk selanjutnya menjadi MU pertama dimana aku bernaung selama kurang lebih 5 bulan eHidupku. Di MU ini aku bertemu banyak orang, mulai dari LuisDoggor (sekarang bernama Al Cauhete), Rupeshcool, Emmank, roofpoofboof (sekarang ganti nama tapi aku lupa..), dan lain sebagainya. eHidupku dalam MU tersebut cukup indah, namun aku bosan dikarenakan tidak ada tantangan serta terasa terlalu stagnan.

presiden-presiden di Indonesia, (dari: politik.kompasiana.com)

Saat itu ada empat orang presiden yang seingatku silih berganti memimpin yaitu Handray, Kambink Pemburu, silfumus02, Canester, dan ilmimi (eh 5 ding, hehe..).  Kelima presiden tersebut memiliki kharisma dan semangat masing-masing, mulai dari Handray yang adem, Kambink yang suka seruduk, silfumus yang pendiam, Canester yang berhasil nyelametin eSouth korea dan buat TNeI, dan ilmimi yang saat pemerintahannya lah eIndonesia memiliki tensi besar terhadap eSerbia yang merupakan kawan lama kita. Dari kelima presiden tersebut, aku paling inget sama om Cimporong dengan gaya wekekekek dan pasukan Gorilanya berhasil menyatukan seluruh eRakyat eIndonesia walaupun pada akhirnya beliau kena temporary ban (baca: pemblokiran karena dianggap melanggar atuarn permainan) dari admin (baca: plato).

Lama ada di eIndonesia, datang tawaran dari salah satu sesepuh eIndonesia untuk bergabung dalam proyek Unyil. Proyek tersebut merupakan salah satu proyek rahasia yang pada akhirnya terbongkar oleh saudara serumpun kita (baca: eMalaysia). Beberapa sesepuh yang merupakan pembesar di salah satu MU swasta di eIndonesia memiliki rencana untuk merebut hati warga negara serumpun agar mampu menyatukan eRakyat kita berdua. Saat bergabung dalam proyek tersebut terpaksa aku tanggalkan eKTPku berganti dengan kewarganegaraan lain (padahal saat itu baru mulai diberlakukan medal True Patriot yang pada akhirnya menurunkan harga gold hingga hanya tinggal 30% harga awal) yang akhirnya mengantarkanku menjadi salah satu anggota kongres eNegara tersebut. Di eNegara ini aku bertemu banyak patriot negara tetangga yang sangat optimistis terhadap perkembangan eNegaranya. Begitu banyak pengalaman yang aku dapatkan di sini, namun pengalaman yang paling berharga adalah sebuah kenyataan bahwa ternyata pemikiran mereka sama seperti pemikiran kita terhadap mereka, jadi sebenarnya kalau saja kita sama-sama menyingkirkan pikiran busuk kita maka aku yakin bahwa kedua negara kita mampu menjadi sebuah kesatuan yang kuat.

Setelah 2 bulan di eNegara tetangga, proyek ini pun dibubarkan yang dimulai dengan matinya beberapa pentolan kelompok dan kembalinya mereka menjadi eRakyat Indonesia. Aku yang tidak tahu apa-apa pun secara tiba-tiba ditunjuk menjadi commander dari MU yang menjadi wadah kami di negara tersebut. Sempat aku kaget, tapi akhirnya kugunakan waktuku untuk belajar bagaimana mengendalikan sebuah MU. Merasa cukup, aku pun resign dan beralih kewarganegaraan kembali menjadi eRakyat eIndonesia.

Di saat saya kembali jadi eRakyat eIndonesia, tampaknya aku kembali di saat yang salah karena kondisi eNegara ini sedang sakau. Aku pun memilih hibernasi selama beberapa periode kepresidenan. Sekitar 3 bulan off aku pun mulai bangun kembali. Saat itu eIndonesia dipimpin oleh seorang jagoan media eNegara ini yaitu Demon War. Di saat kepemimpinannya lah eIndonesia berhasil bangkit kembali dalam perpolitikan luar negeri dengan membentuk aliansi IHSM serta sering terbitnya berbagai artikel mengenai update keadaan baik dalam dan luar negeri. Namun, sayangnya di masa epresiden ini jarang terjadi perang (karena menabung katanya, he..he..)

Berikutnya ada epresiden siBujel dan Def0, keduanya berasal dari dua buah partai yang bertolak belakang yaitu PKe-I dan Frontal. Namun, sayangnya kedua epresiden ini hampir sama yaitu sering off dan tidak kelihatan batang hidungnya lewat artikel. Akan tetapi jangan salah kedua epresiden ini secara gentle berhasil mengangkat derajat eIndonesia lewat diplomasi dibalik layar (baca: IRC).

Diplomasi (dikutip dari: arisheruutomo.com)

Sudah yaa,, aku capek nihh… XD

Advertisements


1 Comment

Pragmatisme dan/atau Idealisme?

Saat ini fenomena mahasiswa yang pragmatis sudah menjadi hal umum yang tidak perlu diperdebatkan lagi. Sudah hampir tidak ada mahasiswa yang benar-benar menjaga idealismenya sebagai seorang “maha” pelajar yang mampu berpikir kritis, tegas, dan lugas tanpa mau dikendalikan oleh tuhan dunia (uang, nilai, dan kekuasaan).

Hampir di setiap ujian kita lihat ada saja mahasiswa yang mencontek hanya demi sebuah jawaban. Koran-koran juga meberitakan mahasiswa mencuri motor temannya sendiri-lah, mencuri helm di parkiran-lah, atau menjadi ayam kampus. Selain itu, ada pula mahasiswa yang rela bermulut manis di depan dosen hanya agar dipercaya menjadi asdos yang mampu mengendalikan nasib adik angkatannya.

Semua itu tidak lepas dari paham pragmatisme yang ditanamkan sejak dini, bahkan sejak kanak-kanak. Ingatkah ketika dahulu di masa kita kecil permainan bukan soal menang kalah tetapi soal kesenangan?! Sekarang, permainan tidak lebih dari sekedar menang dan kalah dengan memencet tuts joystick yang ada di modul game. Apalagi gamegame FPS (First Person Shooter) dimana kita hanya bisa membunuh untuk menang. Masa remaja, apalagi itu, banyak sekali fitnah di masa ini terutama dari guru-guru yang hanya fokus pada nilai, bukan pada proses. Ingatkah kalian, bahwa nilailah yang menentukan peringkat kita? Dan nilai itu didapatkan dari ujian yang sering kita mencontek.. Duh, betapa hancurnya dunia ini.

Tentu, masih segar dalam ingatan kita bagaimana Sukarno, Hatta, Sultan Syahrir, Hamengkubuwono IX, dan para tetua bangsa ini merumuskan PANCASILA. Didalam sila-sila itu tertuang idealisme bangsa ini, yaitu Ketuhanan yang MAHA ESA, Kemanusiaan yang ADIL dan BERADAB, PerSATUan Indonesia, Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kekuasaan dalam PERMUSYAWARATAN perwakilan, dan KEADILAN SOSIAL bagi SELURUH RAKYAT Indonesia. Begitu besar idealisme bangsa ini untuk mengeluarkan rakyat dari keterpurukan akibat penjajahan Belanda dan Jepang.

Belanda dengan kolonialisme ala barat mengajarkan kita bahwa dengan menjajah orang lain kita bisa hidup bahagia bergelimang harta. Di situ mereka mengajari kita untuk bersenang-senang di atas derita orang lain sekaligus mengeruk kekayaan dari orang-orang bodoh. Mereka pun akhirnya dikalahkan oleh segerombolan orang “kate” yang bahkan lebih pendek dan buruk rupa dari mereka.

350 tahun terjajah oleh Belanda, hingga pada akhirnya kita dibebaskan oleh saudara kita yaitu Jepang. Jepang benar-benar menganggap kita sebagai saudara sehingga saat penajajahan mereka kita diajarkan untuk bekerja jauh lebih keras dan lebih kejam bahkan daripada saat kita berada di bawah tangan Belanda. Tetapi, saat kita bekerja mereka tidak berpesta seperti Belanda, mereka bersiap untuk menghadapi gempuran dari negara-negara barat walaupun kenyataannya mereka akhirnya kalah.

Dua penjajah di atas telah membentuk kepribadian leluhur kita untuk berpikir kembali tentang hidup ini. Mereka tidak lagi berpikir pragmatis bahwa kita pasti kalah jika melawan negara-negara Barat, karena kenyataannya Jepang dapat memenangkan pertempuran dengan Barat. Selain itu, janji Jepang pula lah yang mampu melambungkan angan pendiri bangsa bahwa kita bisa menjadi negara yang merdeka, berdaulat, adil, dan makmur. Sehingga, bangsa ini pun akhirnya bangun dan memilih merdeka berjuang demi idealisme mereka dan melawan pragmatisme sempit.

Image

Setelah penajajahan berakhir, idealisme kita  pada awalnya tetap bertahan walaupun hanya sampai tahun 60-an. Ketika saat itu terjadi kelaparan masal yang kemudian terjadi pemberontakan PKI yang menyebabkan ribuan nyawa warga Indonesia menghilang. Tumbang masa Bung Karno, muncul masa Pak Harto. Saat masa ini bangsa kita menjadi bangsa pragmatis yang sangat memuja uang. Semua sumber daya alam dijual kepada pihak asing, termasuk tambang emas dan minyak yang seharusnya dikelola negara untuk kepentingan rakyat. Akhirnya kabinet super korup yang bertahan lebih dari 40 tahun itu pun tumbang, dan digantikan era reformasi yang sayangnya tidak lebih baik. Semua diukur dengan uang tanpa adanya kasih sayang dan cinta kasih pada manusia.

Namun, bencana yang menimpa kita akhirnya mampu menyadarkan kita semua. Sisi pragmatisme kita yang hanya bersahabat saat ada uang sirna seketika. Idealisme membahana, sehingga banyak orang yang menjadi relawan dan menolong tanpa pamrih. Orang-orang seperti inilah yang seharusnya dipertahankan terus. Sehingga mereka tidak hanya muncul caat bencana, muncul di setiap saat untuk mengisi hari-hari kita. Seuai dengan semangat PANCASILA bangsa ini.

Nah disinilah ECC UGM berperan, ECC UGM berperan untuk mendidik putra-putra bangsa agar tidak jatuh ke dalam kemunafikan dan kebodohan uang. Namun, mahasiswa harus mampu berdiri di atas idealismenya untuk berjuang demi rakyat Indonesia yang benar-benar mewujudkan cita-cita pembukaan UUD 1945 yaitu rakyat yang merdeka, berdaulat, adil, dan makmur.

Maka dari itu, wahai saudaraku pemuda, mari KITA bangkit dan pertahankan idealisme kita. Pertahankan PANCASILA kita, untuk dapat mewujudkan masa depan yang lebih baik dan lebih cerah dari hari ini.

artikel ini dibuat untuk mengikuti kompetisi blog yang diselenggarakan oleh ECC UGM.


Leave a comment

Israel Must Stop Their Attack to the Palestinian

Israel-Palestine war had happened for decades; it started in 1948 when Israel people migrated to Jerusalem because of holocaust in German. And because of Israel greed they want to conquer Palestinian land, and it means they want Palestinian to get out from their homeland.
Because of their strong army, air force, and help from their strong close ally (USA) that always support Israel whatever they’ve done, Israel have dominated this war. In this year of war Israel have done a lot of bad tricks, for example they use white phosphor as their ordinary bomb, they concentrate 30-50 Palestinian on one of their house than Israel blow them up, Israel also attacks mosque when a lot of people do their pray, they also kill children, woman, and old man that did not involved in war, so it means they have already broke the war rules.
Israel says that their objective just to clean Hamas from Palestinian land, but in fact Israel is trying to kill all of Palestinian or genocides. Israel has killed nearly 200 Palestinian just in 14 days of their first attack to Palestine. For example they kill a United Nations agent in Palestine and says that it just a failure, but from this evidence we can conclude that they kill everybody who watch their thirst of blood habits.
All of Palestinian must be saved from Israel thirst of blood that had been proved by their work in Palestine that killed all of people they see, burnt down 50 of Palestinian mosque and destroy United Nations school in Palestine and they also stop all of other country help by isolate Palestine from sea by placed a lot of Israeli war ships and close all Palestinian border.
Thus, from all of those facts we can conclude that Palestine will never be in peace anymore until we stop Israel from attacking it.